Pola Penyerangan Dan Pertahanan Permainan Sepak Bola

Total Back yang rajin mendukung serangan – Dua total back dalam formasi “diamond” adalah kunci bagaimana tim dapat membangun serangan. Andai menilik kembali bagaimana formasi “diamond” terlihat gelandang kanan dan gelandang kiri juga dua striker berposisi relatif ke dalam. Praktis semata-mata kedua full back dalam menjadi pemain sayap dalam formasi ini. Dalam sistem “diamond”, Full back diharuskan aktif maju ke hadapan mengisi kekosongan posisi sayap dan memfasilitasi lebar lapangan.

Gelandang bertahan bertugas mencegah lawan langsung berhadapan dengan center back. Maksudnya, seorang gelandang harus bersedia memberikan cover, membantu pertahanan dan penyerangan. Gelandang tetap ikut sedikit melebar tuk memberikan cover bagi gelandang kiri, sehingga gelandang kanan harus masuk ke lini tengah untuk menjaga kedalaman bidang pertahanan.

Tidak berhenti disitu, tidak jarang full back bahkan harus membantu serangan maka sejajar dengan striker. Complete back harus naik maka ke lini depan agar striker tidak perlu repot untuk membuka ruang ke sisi sayap. Saat bek sayap tidak naik, tentu saja striker harus melebar buat memfasilitasi lebar lapangan. Striker dengan kemampuannya untuk mencetak gol, tentu akan sangat merugikan jika harus bermain di luar.

Sehingga, opsi satu-satunya adalah menginstruksikan bek sayap untuk maju ke depan memfasilitasi lebar lapangan. Gelandang Bertahan yang tangguh – Full back yang maju ke depan, jadi meninggalkan dua CB tertentu dalam posisi pertahanan. Sehingga dalam formasi “diamond” gaya gelandang bertahan menjadi amat penting.

Apabila lawan memulai serangan dari sisi sebaliknya, skema yang persis juga diaplikasikan di sisi sebaliknya. Strategi ini akan menjadi lebih akurat, efisien dan juga efektif bila diterapkan pada fromasi square atau formasi futsal 2-0-2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*